Pejabat ESDM Bakal Diperiksa di Kasus Korupsi Batu Bara PLTU

Jakarta, Warta Berkah Indonesia

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri

akan memanggil pihak-pihak terkait dari

Kementerian ESDM

di kasus korupsi pengadaan batu bara di sejumlah PLTU.

Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut pemanggilan itu dilakukan untuk mendalami proses pemenuhan pasokan batu bara yang menyebabkan terjadinya blackout hingga menimbulkan kerugian mencapai Rp5 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada beberapa saksi termasuk dari (Kementerian) ESDM juga akan kita lakukan pemeriksaan ke depannya,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Selasa (7/7).

Totok menjelaskan sampai saat ini sudah ada 16 saksi yang telah diperiksa dalam proses penyelidikan. Ia menyebut pihaknya masih menjadwalkan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi lainnya yang belum hadir.

“Awalnya kita sudah mengeluarkan (pemanggilan) 34 (saksi), tapi yang baru bisa diklarifikasi 16,” katanya.

Lebih lanjut, selain belasan saksi, Totok mengatakan penyidik juga sudah menganalisis sejumlah dokumen untuk membuat terang perkara ini.

“Beberapa dokumen juga sudah kita analisis sehingga kita menemukan peristiwa pidana korupsi tadi sehingga kita naikkan ke proses penyidikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan pemenuhan kebutuhan pasokan batu bara pada sejumlah PLTU periode 2018-2026. Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan sejak 4 Juli lalu.

Dalam perkara ini, penyidik menemukan ada dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara bagi PLTU oleh beberapa perusahaan yang terlibat yakni PT OBP dan PT BRA.

Robertus mengungkapkan ada sejumlah modus yang digunakan dalam dugaan penyimpangan tersebut. Yakni, manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi dokumen kuantitas batu bara yang dipasok dan penyimpangan yang mengakibatkan pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kata dia, menyebut penyimpangan tersebut turut berdampak terhadap terjadinya blakcout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Indonesia beberapa waktu lalu.

“Perbuatan tersebut diduga turut berkontribusi terhadap terganggunya pasokan batu bara yang berdampak pada terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jabodetabek,” tutur Robertus.

(tfq/fra)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Sinopsis Love for You, Perjuangan Dua Orang Lewati Tragedi Masa Lalu

Baca lagi: Wamendagri Dorong Keterlibatan Orang Asli Papua di Sensus Ekonomi 2026

Baca lagi: Gugat Hak Asuh, Kondisi Ruben Onsu Disebut Menurun

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: