
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Jembatan penyeberangan orang (JPO)
di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, nyaris roboh setelah dihantam truk pengangkut alat berat atau
crane
.
Polisi mengaku bakal mendalami soal dugaan kelalaian sopir truk pengangkut alat berat yang menabrak dan tersangkut JPO tersebut.
“Masih didalami ya (soal ada atau tidak dugaan kelalaian sopir hingga menabrak atas JPO),” Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto kepada wartawan, Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mujiyanto mengaku pihaknya juga masih mendalami soal asal usul dan tujuan truk pengangkut alat berat tersebut. Namun, dari lokasi kejadian, truk diduga menuju ke arah Blok M, Jakarta Selatan.
“Yang jelas otomatis arah Blok M, pasti ada proyek yang mau di sana. (Asal usul truk) belum tahu, masih dalam penyelidikan ya,” ujarnya.
Mujiyanto memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sebab, peristiwa diketahui terjadi pada dini hari.
“Mengingat kejadian malam hari, korban juga nihil. Berarti dipastikan korban nihil, intinya itu,” ucap dia.
Sebuah truk pengangkut crane menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten P Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7) sekitar pukul 01.28 WIB. Insiden ini menyebabkan JPO dalam posisi miring dan nyaris roboh.
Buntut kejadian tersebut, Dinas Bina Marga DKI Jakarta pun memutuskan untuk membongkar JPO tersebut.
“Penanganan kami dari Bina Marga yang pertama kita akan membongkar JPO ini. Karena kita lihat pondasinya yang sebelah sini tiangnya sudah lepas, mau tidak mau kami harus lepas. Pelepasan itu juga tidak bisa setengah, harus seluruhnya. Karena kan apa? Karena kami tidak punya penunjang di tengah,” kata Kasudin Bina Marga, Rifki Rismal kepada wartawan.
Dari pemeriksaan sementara aparat, diduga saat peristiwa itu terjadi, sopir truk tersebut sedang menggunakan ponsel alias
handphone
(HP). Belakangan, Andre (28), selaku sopir truk tersebut mengaku saat peristiwa itu terjadi dirinya tengah fokus melihat aplikasi peta daring alias
maps.
“Kita ini, kita 2 kilo (meter) lagi nyampe ini. Kita fokus lihat Maps,” kata Andre saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (14/7) dikutip dari
detik.com
.
Andre mengaku baru melewati JPO Tendean untuk pertama kalinya. Dia mengaku belum tahu tentang kondisi Jalan Tendean.
“Baru ini (lewat Tendean), (sebelumnya) belum tahu,” katanya.
Andre mengatakan truk dikendarainya dari arah Bogor, Jawa Barat. Dia mengaku alat berat yang dibawanya akan diantar ke arah Kejaksaan Agung (Kejagung) di Kebayoran Baru, Jaksel–tak jauh dari kawasan Blok M.
“Mau bawa ke ini, Kejaksaan (Agung). Dari Summarecon Bogor,” katanya.
Imbas tabrakan tersebut, JPO tersebut miring–nyaris roboh–dan truk beserta crane yang diangkut terlihat tersangkut di bawahnya.
Kecelakaan itu terjadi pada Selasa (14/7) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Titik kecelakaan terjadi di Jalan Tendean arah ke Blok M, Jakarta Selatan.
Kecelakaan itu pun membuat lalu lintas tersendat, dan macet mengular di sekitarnya.
(dis/kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: LPSK Tolak Permohonan JC Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Baca lagi: Desta Jalani Operasi Imbas Mata Terhantam Bola Padel
Baca lagi: Gaya Erling Haaland Jadi Obrolan, Tenteng Rakun dan Tas Baru Rilis



