Warta Berkah

Camat di Boyolali Kirim Video Mesum ke Eks Karyawati

Jakarta, Warta Berkah Indonesia

Camat di Kabupaten

Boyolali

dilaporkan ke Bupati Boyolali karena mengirim video mesum ke mantan karyawatinya.

Mengutip

Detik

, Camat tersebut kini telah mendapatkan sanksi dari bupati. Sanksi berupa teguran dan peringatan.

“Sudah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawalludin, Rabu (8/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Prinsip sudah diberikan teguran dan peringatan,” imbuhnya.

Syawalludin mengatakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali, telah melakukan pemanggilan untuk dilakukan klarifikasi kepada camat tersebut. Klarifikasi juga dilakukan kepada korban.

Dari hasil klarifikasi BKPSDM, kata dia, camat menyampaikan bahwa video tak senonoh itu terkirim secara tidak sengaja atau salah kirim ke telepon seluler pelapor.

Pelapor dulunya merupakan karyawati di tempat usaha milik Camat tersebut, yang kemudian mengundurkan diri.

“Kemudian pihak pelapor juga (sudah dipanggil dimintai klarifikasi). Di pihak yang terlapor ini Pak Camat ini menyampaikan salah kirim,” kata Syawalludin.

Sementara itu, menurut pengakuan eks karyawati berinisial A itu, dia mendapat kiriman video tak patut itu setelah dirinya pamit keluar dari kerjaan.

Pada siang hari, dia mendapat kiriman video tak senonoh berdurasi sekitar 9 detik dari terlapor itu sebanyak dua kali.

“Awalnya saya kerja di toko roti, salah satu investornya itu

bapake

ini (terlapor),” kata pelapor inisial A, kepada para wartawan Senin (6/7/).

Menurut A, dirinya mendapat kiriman video tak senonoh itu pada tanggal 30 Maret 2026. Dua video yang dikirimkan di hari yang sama di jam yang sama yakni pukul 11.58 WIB. Isi videonya juga sama dan dikirimkan 2 kali.

“Itu tiba-tiba beliau ngirimin video, 2 kali, siang-siang jam 11-an mau jam 12.00 WIB. Saya buka videonya itu to, ternyata video beliaunya sendiri, video porno,” bebernya.

A pun kaget mendapat kiriman video tersebut. Dia pun menunggu chat berikutnya, karena mungkin salah kirim. Tapi ditunggu sampai malam hari, tidak ada chat berikutnya.

“Saya merasa direndahin. Saya nunggu dia chat lagi kan. Kalau salah kirim, konfirmasi atau gimana. Lha itu enggak chat lagi sampai malam. Lha malamnya saya blokir nomornya,” terangnya.

“Saya merasa dilecehkan banget. Dari umur kan juga beda jauh,” sambung dia.

Hal itu kemudian dilaporkan ke keluarganya. Akibat peristiwa itu, A mengaku trauma. Hingga akhirnya kasus itu dilaporkan ke Bupati Boyolali pada April lalu.

Pelapor mengaku sudah dipanggil oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali. Dipertemukan dengan terlapor untuk dilakukan mediasi.

“Ketemu sama beliau (terlapor) langsung, bilangnya salah kirim. Mau kirim ke istrinya,” imbuh dia.

Terlapor mengaku salah kirim setelah kasus itu dilakukan ke Bupati melalui Dinas terkait. A mengaku, sebelumnya malah sempat diancam dan diminta untuk meminta maaf.

“Sebelumnya beliau malah ngancam. Saya suruh minta maaf ke beliau. Katanya saya jelek-jelekin beliau masalah gaji, padahal enggak. Saya enggak pernah jelek-jelekin beliau,” katanya

Baca berita selengkapnya

di sini.

(detik/ugo)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Tas Dior dan Chanel Jadi Doorprize Pernikahan Taylor Swift

Baca lagi: Detik-detik Ledakan Bom Dekat Hotel Macron Menginap di Suriah

Baca lagi: AS Serang Iran Lagi! Rentetan Ledakan Terdengar di Beberapa Kota

Exit mobile version