
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Polisi mengungkapkan 27 tersangka
pemerkosaan
keji terhadap remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang memiliki sebuah grup percakapan digital di aplikasi WhatsApp yang mereka namai “Teh Gembul”.
Kapolres Sampang AKBP Hartono menyatakan grup WhatsApp itu sengaja dibuat sebagai sarana komunikasi para tersangka pelaku pemerkosaan.
“Memang betul, mereka membuat grup. namanya Teh Gembul grup WA mereka ini,” kata Hartono seperti dikutip
detikJatim
, Minggu (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hartono mengatakan saat ini grup bertajuk “Teh Gembul” itu sudah ditinggalkan oleh para anggotanya dan dalam kondisi tidak aktif.
Meski demikian penyidik kepolisian tidak berhenti melakukan penelusuran guna mengusut tuntas keterlibatan seluruh pelaku yang ada di dalamnya.
“Soal grup WA itu tetap kami dalami. Saat ini kami fokus memburu para pelaku yang masih buron,” tandas Hartono.
Kasus pemerkosaan massal yang mengguncang publik Madura ini menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Korban dilaporkan telah dirudapaksa secara bergiliran oleh 27 laki-laki yang didominasi usia remaja dan anak-anak.
Aksi bejat ini terungkap setelah pihak keluarga melapor ke Polres Sampang. Dari hasil pemeriksaan, tindakan keji tersebut telah terjadi sebanyak 6 kali sepanjang periode Februari hingga Juni 2026 yang tersebar di wilayah Kecamatan Sampang, Camplong, dan Omben.
Hingga saat ini, polisi baru mengamankan 13 orang pelaku di mana 9 di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara, 14 pelaku lainnya hingga saat ini masih diburu dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selengkapnya di
sini
.
(tim/gil)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: KWP dan BNI Salurkan 2.000 Paket Alat Tulis Jelang Tahun Ajaran Baru
Baca lagi: Jadwal Konser Akhir Pekan Ini, Ada Konser Akbar Monas dan Afgan
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar 19 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini