
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Perusahaan nirlaba asal Singapura, Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd, menjajaki kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Rencana kolaborasi itu mencakup investasi manufaktur berteknologi tinggi, pengembangan pendidikan vokasi, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Pada audiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Selasa (14/7), Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan Chen Ming, mengatakan kunjungan delegasinya ke Jawa Tengah menjadi langkah awal memetakan potensi kerja sama dengan jaringan mitra di Fujian dan Xiamen, China. Ia menyebut pertemuan kali ini baru tahap penjajakan.
“Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Nantinya, mitra-mitra kami akan datang pada Oktober, sehingga kita bisa memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu mitra yang rencananya akan dibawa adalah perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi dari China. Perusahaan tersebut disebut serius menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah.
IOA juga berencana membawa investor dari China dan sejumlah negara Eropa untuk melihat langsung potensi lokasi. Mereka akan mengecek dukungan pemerintah, kesiapan tenaga kerja, serta kebutuhan spesifik investasi.
“Ini merupakan komitmen dan proyek jangka panjang yang sedang kami jajaki. Bukan hanya dalam investasi, tetapi juga pendidikan,” kata Daryl.
Menurutnya, Fujian memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Jawa Tengah. Salah satu gagasan utamanya adalah membangun fasilitas manufaktur milik investor Fujian di wilayah tersebut.
Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia. Generasi muda Jawa Tengah berpeluang mengikuti pendidikan atau pelatihan di China, sementara tenaga ahli China dapat memberi pelatihan teknologi baru di Jateng.
Daryl menyebut keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman itu membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah melalui pertukaran mahasiswa, dosen, informasi, pengetahuan, dan tenaga ahli.
“Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah,” kata dia.
Ia menilai Jawa Tengah memiliki modal kuat sebagai lokasi investasi. Menurutnya, wilayah ini didukung infrastruktur, kawasan industri, dan ekosistem usaha yang sudah berkembang.
Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menambahkan Jawa Tengah memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat dan pelaku usaha dari Fujian. Ia menyebut banyak pengusaha asal Fujian yang sudah memiliki jaringan usaha di wilayah tersebut.
“Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini,” ucapnya.
Di sisi lain, Ahmad Luthfi menyatakan pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, dan pendampingan bagi calon investor. Pemprov Jateng juga akan mengawal proses perizinan serta menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
Dirinya menyebut industri padat karya menjadi salah satu prioritas karena mampu menyerap banyak tenaga kerja. Kesiapan sumber daya manusia, kata dia, didukung hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diarahkan terhubung dengan kebutuhan perusahaan.
“BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan,” imbuh dia.
Sebagai informasi, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi Singapura pada periode 2022 hingga triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Capaian itu menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jawa Tengah.
Khusus pada triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing di provinsi ini. Nilainya mencapai Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8 persen dari total investasi asing yang masuk.
(rir)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Hakim Danish Ungkap Alasan Finis di Belakang Veda Ega di Moto3 Jerman
Baca lagi: LPSK Tolak Permohonan JC Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Baca lagi: Cerita Raymond Chin Terhindar dari Masalah Hukum Berkat Gemini AI