Warta Berkah

Kesaksian Ahli Kunci Diminta Polisi Bongkar Brankas di Rumah Sentul

Jakarta, Warta Berkah Indonesia

Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri menggeledah setidaknya 12 lokasi dari Cipete di Jakarta Selatan hingga Sentul, Kabupaten Bogor, pada Rabu (8/7) kemarin.

Penggeledahan dilakukan terkait pengusutan dugaan kasus korupsi hingga tindak pidana pencucian uang menyangkut batu bara, Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Dalam penggeledahan di kafe di Cipete dan sebuah rumah di Sentul, polisi menemukan brankas besar yang tersembunyi. Untuk brangkas besar yang ditemukan di Sentul, polisi memanggil ahli kunci dari Bogor untuk membongkarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roy–ahli kunci tersebut–mengaku saat membongkar brankas raksasa yang tersembunyi itu pihaknya menemukan 74 kg emas. Menurutnya brangkas itu memiliki sistem keamanan yang canggih dan terdapat 2 lapis baja.

“Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu,” kata Roy di Sentul, Bogor, Kamis (9/7) dikutip dari

detikJabar.

Roy mengaku awalnya ditelepon Polres Bogor untuk membantu polisi membongkar brankas. Dia mengatakan brankas yang ditemukan polisi di lokasi penggeledahan termasuk jenis yang mahal.

Dengan sistem brankas yang canggih itu, ia memperkirakan harganya mencapai Rp20 juta atau lebih.

Roy mengatakan, setelah menjebol kunci manual, pembongkaran dilanjutkan menggunakan mesin pemotong atau gerinda. Proses pembongkaran brankas menghabiskan waktu sekitar 15 menit.

“(Di dalam) Langsung aja, gerak cepat, langsung digerinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan,” imbuhnya.

Roy menyebutkan lokasi brankas berada di lantai dua rumah yang dikamuflasekan. Di balik pintu brankas, kata Roy, terdapat ruangan dengan luas sekitar 1,5 meter.

“Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm. Posisinya dalam tembok itu, Pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan, bukan brankas umumnya yang kotak besi, tapi ruangan,” kata Roy.

“Di dalam (ruangan) lihat ada koper, tapi saya lihat dari luar, kan enggak masuk,” imbuhnya.

Sebelumnya polisi mengungkap dari dalam brankas di sebuah rumah di Sentul itu, pihaknya mendapatkan dugaan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan, uang pecahan rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura yang ditaksir total ratusan miliar rupiah.

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, mengatakan barang bukti tersebut ditemukan dalam brankas terkunci dan tersimpan di dalam tujuh koper. Adapun uang asing yang ditemukan dalam pecahan dolar Amerika dan Singapura.

“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian US$4.767.300. Kemudian, Sin$14.083.800, kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” kata Totok di lokasi penggeledahan, Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7) dini hari.

Atensi Presiden

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel telah menjadi atensi Presiden RI Prabowo Subianto.

“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de’Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7) malam.

Budi mengatakan penggeledahan ini merupakan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu

blackout

di Sumatra beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

“Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de’Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel,” ujarnya.

Baca berita lengkapnya di sini

.

(tim/kid)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Prabowo dan PM India Modi Resmikan Proyek Revitalisasi Candi Prambanan

Baca lagi: Mayapada Perluas Layanan, Resmikan RS Baru di Jakarta Timur

Baca lagi: Viral Kontroversi Romero Rayakan Gol di Hadapan Mo Salah

Exit mobile version