
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Universitas Terbuka (UT) mencatatkan capaian penting dalam daftar THE Sustainability Impact Ratings 2026 melalui lima tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan skor tertinggi.
Capaian terbaik diraih pada SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions dengan peringkat 201-300 dunia; SDG 4: Quality Education di peringkat 401-600 dunia; SDG 17: Partnerships for the Goals dengan peringkat 601-800 dunia; SDG 5: Gender Equality di peringkat 401-600 dunia; serta SDG 6: Clean Water and Sanitation pada peringkat 401-600 dunia.
Data yang dipublikasikan pada 24 Juni 2026 itu pun menempatkan UT dalam peta pemeringkatan global yang semakin kompetitif. Melalui THE Sustainability Impact Ratings, lembaga Times Higher Education (THE) mengukur kontribusi perguruan tinggi di seluruh dunia terhadap 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, THE mengevaluasi 1.603 universitas dari 116 negara/wilayah. Pemeringkatan ini menggambarkan capaian UT yang tidak hanya mencerminkan reputasi akademik, tetapi juga kontribusi institusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Lima capaian tertinggi itu pun memperlihatkan kontribusi UT tidak bertumpu pada satu bidang saja. Kekuatan UT terbaca dari penguatan tata kelola, perluasan akses pendidikan berkualitas, pengembangan kemitraan, kesetaraan, hingga kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks perguruan tinggi modern, capaian ini menunjukkan bahwa reputasi turut dibangun melalui manfaat yang dirasakan publik secara luas.
Adapun posisi terbaik UT pada SDG 16 memperlihatkan pentingnya tata kelola kelembagaan dalam membangun kepercayaan. Sebagai perguruan tinggi negeri terbuka, UT terus memperkuat prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan. Capaian ini menjadi relevan, karena pendidikan tinggi hari ini dituntut menghadirkan institusi yang kredibel, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, capaian pada SDG 4 memiliki kedekatan paling kuat dengan jati diri UT. Sejak awal, UT hadir untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang tidak selalu dapat mengikuti pola perkuliahan konvensional.
Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menghadirkan ruang belajar yang lebih fleksibel bagi lulusan SMA/sederajat, pekerja, guru, aparatur, pelaku usaha, orang tua, hingga pembelajar di berbagai daerah.
Sebagai perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ), ruang pembelajaran UT memiliki bentuk lain, mulai layar komputer/laptop/gawai setelah jam kerja, rumah seorang guru di daerah, di sela aktivitas keluarga, hingga di sela rutinitas seseorang yang sedang menata ulang masa depannya. Dalam sistem pembelajaran seperti itu, pendidikan tinggi jarak jauh menjadi lebih dekat dengan kehidupan nyata, dan lebih terjangkau oleh masyarakat dari berbagai usia, profesi, wilayah, dan latar sosial ekonomi.
Rangkaian capaian itu menjadi bagian dari lompatan besar UT pada pemeringkatan tahun ini. Secara keseluruhan, UT naik dari kelompok peringkat 1001-1500 dunia pada 2025 menjadi 801-1000 dunia pada 2026. Kenaikan ini juga melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) UT, yang terlihat dari kenaikan skor keseluruhan UT dari 51,8 pada 2025 menjadi 56,9 pada 2026.
Lompatan lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan jumlah SDGs yang diikuti UT. Pada 2025, UT berpartisipasi dalam lima SDGs. Tahun 2026, jumlah tersebut bertambah signifikan menjadi 17 SDGs. Artinya, UT kini mengambil bagian dalam seluruh tujuan pembangunan berkelanjutan, sehingga kontribusinya semakin utuh terbaca dalam berbagai bidang pembangunan.
Pengakuan dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 ini memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka yang membangun reputasi melalui manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, kredibel, dan berkualitas, UT hadir sebagai pilihan yang semakin relevan bagi pembelajar masa kini.
Pada akhirnya, capaian di THE menunjukkan arah pendidikan tinggi yang semakin dibutuhkan hari ini, yang terbuka, adaptif, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menghadirkan kesempatan yang lebih luas, seperti yang dimiliki UT. Dari ruang nyata dan digital ke pelosok tanah air, UT memperluas makna kampus sebagai ekosistem belajar yang hadir mendekat kepada mereka yang ingin bertumbuh dan mengambil peran dalam masa depan Indonesia.
(rea/rir)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Kelakar Bobby Sebelum Bupati Langkat di-OTT KPK: Ondim, Ongkos di Muka
Baca lagi: Kata-kata Ronaldo usai Portugal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca lagi: Membaca Jejak Jakarta dari Gang ke Gang di Glodok