Warta Berkah

Polda NTT Periksa 3 Anggota DPRD soal Intimidasi dr Icha Pekan Depan

Kupang, Warta Berkah Indonesia

Tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga melakukan intimidasi terhadap almarhumah dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha akan dimintai keterangan penyidik

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT)

pada pekan depan.

Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Sigit Haryono mengatakan sesuai petunjuk dari Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko laporan dugaan intimidasi yang disampaikan keluarga mendiang Dokter Icha ditindaklanjuti segera secara responsif, dan juga memeriksa para terlapor.

Dia menjelaskan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap ketiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dokter Icha pada pekan depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami akan segera meminta keterangan kepada ketiga anggota dewan (sebagai saksi terlapor) itu, jadi dalam waktu dekat ya, dijadwalkan pekan depan,” ujar Sigit saat dikonfirmasi

Warta BerkahIndonesia.com,

Sabtu (11/7).

Adapun tiga anggota DPRD TTU yang jadi terlapor adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP). Ketiganya diduga melakukan intimidasi sehingga dr. Icha nekat mengakhiri hidupnya sendiri pada 26 Juni 2026 lalu.

Sigit menjelaskan ada beberapa tim dari

joint investigation

yang dibentuk untuk melakukan pengumpulan keterangan dan barang bukti. Ada yang dikirim ke Kefamenanu dan ada juga yang berada di Polda NTT serta koordinasi dengan ahli dari beberapa disiplin ilmu.

Dia menerangkan tim investigasi akan bekerja secara maraton untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak sebagai saksi di Kefamenanu.

Dia menuturkan dalam penyelidikan ini akan meminta keterangan dari tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Leona yang mengetahui tentang peristiwa dugaan intimidasi, kemudian pasien dan saksi lainnya yang melihat ketika anggota DPRD itu datang ke RS Leona dan melakukan tindakan yang diduga intimidasi.

“(Tim) ada yang saya arahkan ke Kefa, itu nanti untuk memperoleh informasi terkait dengan kejadian di rumah sakit. Yang diperiksa meliputi nakesnya, pasien lain kemudian saksi-saksi yang melihat ketika anggota dewan itu datang,” jelas Sigit yang juga ditunjuk kapolda untuk memimpin tim

joint investigation

itu.

Sigit mengatkan semua keterangan dan barang bukti akan dikumpulkan dan dianalisa untuk selanjutnya dilakukan gelar perkara. Dan, sebelum gelar perkara nantinya penyidik akan meminta keterangan dari beberapa ahli seperti ahli psikologi, ahli victimologi kriminologi, dan ahli hukum pidana.

Dari keterangan para ahli yang nantinya akan dimintai keterangan berdasarkan keilmuannya dan itulah bisa disimpulkan nantinya apakah kasus dugaan intimidasi yang mengakibatkan seseorang mengakhiri hidupnya tersebut merupakan suatu peristiwa pidana atau bukan.

Jika peristiwa pidana maka akan dilanjutkan ke tahap penyidikan atau jika bukan peristiwa pidana maka akan dihentikan.

Pihaknya berharap dalam dua atau tiga pekan ke depan, tim penyidik sudah dapat menentukan proses selanjutnya.

“Harapan kami dengan menyajikan fakta peristiwa dan kemudian melibatkan ahli-ahli maka kami dapat segera menentukan ada atau tidaknya peristiwa pidana,” ucap Sigit.

Sebelumnya diberitakan dr. Icha ditemukan tewas diduga mengakhiri hidupnya sendiri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.

Dokter Icha diduga mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTI) pada 13 Juni 2026. Dugaan intimidasi itu terjadi saat dr Icha  menangani pasien yang terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha tersebut adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP). Korban gigitan ular tersebut yang nyawa berhasil diselamatkan disebut masih berkeluarga dengan salah satu anggota DPRD yang mengintimidasi dr. Icha.

Selain tiga anggota DPRD, pihak keluarga dr Icha juga melaporkan seorang ASN berstatus dokter hewan yang bertugas di Dinas Peternakan TTU inisial MMS.

Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.

(eli/kid)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Aston Martin Rilis Desain Livery Baru Jelang Formula 1 2026

Baca lagi: Dieng Masuki Periode Suhu ‘Membeku’, Pelancong Siap-siap Jaket Tebal

Baca lagi: Trump: AS-Iran Berunding Lagi, Tapi Tegaskan Gencatan Senjata Berakhir

Exit mobile version