Warta Berkah

Polisi: Situasi Adonara Sudah Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Kupang, Warta Berkah Indonesia

Polisi

mengklaim situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabentrokan berdarah antar warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak sudah kondusif.

“Sekarang sudah kondusif, di lapangan masyarakat sudah bisa beraktivitas, roda perekonomian juga sudah kembali normal,” kata Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra dikonfirmasi

Warta BerkahIndonesia.com

terkait situasi di lokasi bentrokan, Senin (20/7).

Dia mengatakan pascabentrokan berdarah antara dua kelompok warga yang terjadi pada Sabtu (18/7) pagi pukul 06.30 wita itu situasi keamanan sudah kembali normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemarin itu yang agak tegang setelah bentrok saat akan melakukan evakuasi terhadap satu jenazah korban yang tergeletak di jalan raya. Petugas di lapangan mengalami hambatan karena terhalang oleh ratusan massa kemarin,” ujarnya.

Tapi, kata Adhitya, setelah dilakukan negosiasi oleh Forkopimda dan petugas kepolisian dengan tokoh-tokoh akhirnya bisa mengevakuasi jenazah korban bernama Hope, berusia 60 tahun warga Desa Narasaosina yang diduga dibacok saat terjadi bentrokan.

Adhitya menyebut meski situasi keamanan telah kondusif, tapi aparat gabungan TNI dan Polri masih tetap waspada dengan melakukan patroli secara rutin.

Dan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan dan menjaga kondusifitas, telah diturunkan personil brimob dari Kompi 4 Batalyon B Maumere dan Satuan Brimob Polda NTT. Dia juga mengatakan termasuk tim penjinak bom (jibom) Gegana Brimob untuk penebalan personel di lapangan.

Dia mengaku dalam melakukan pengamanan Polri bersinergi dengan TNI dari Kodim 1624 Flores Timur dan Koramil Adonara Timur.

“Ada tiga pos yang digunakan personil gabungan yakni pos Desa Narasaosina, Pos Waiburak dan Pos Susteran, dan personil gabungan TNI Polri yang telah berada di lokasi terdiri dari anggota Polres Flotim, Polsek Adonara Timur, Kodim 1624, Koramil setempat dan Brimob,” sebutnya.

Adhitya mengatakan ratusan personil Polri dan TNI yang telah disiagakan di Adonara Timur terus melakukan pemantauam dan penyisiran serta patroli di wilayah kedua desa yang berkonflik.

Disampaikannya dalam bentrokan berdarah yang terjadi Sabtu (18/7) pagi pukul 6.30 Wita telah mengakibatkan tiga orang warga tewas, tujuh orang mengalami luka-luka dan 20 rumah hangus dibakar massa.

Dia mengatakan saat ini, pihaknya masih fokus untuk menjaga kondusifitas yang sudah tercipta karena itu untuk kepentingan masyarakat umum. Dari hasil penyelidikan dan pendalaman bentrokan berdarah tersebut dipicu masalah sengketa tanah ulayat dan batas wilayah antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

“Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku bentrokan yang terlibat dalam pembunuhan dan pembakaran rumah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara huku.,” jelasnya.

Dia mengimbau agar seluruh pihak bisa menahan diri dan sama-sama menjaga situasi kondusif yang sudah tercipta saat ini agar konflik tidak terulang kembali.

(eli/kid)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: 9 Tips Makeup Tahan Lama Pas Konser, Biar Tak Luntur Kena Keringat

Baca lagi: Sinopsis Overdo, Reuni Cinta Rumit dengan Calon Kakak Ipar

Baca lagi: China Geram AS Ubah Aturan Visa Perpendek Durasi Jurnalis Beijing

Exit mobile version