
Daftar Isi
Diduga diintimidasi saat bertugas
Di bawah pengaruh alkohol
3 anggota DPRD TTU diperiksa
Kemenkes investigasi
PKB dan Golkar turun tangan
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias
Dokter Icha
yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi sorotan publik.
Icha diduga depresi berat akibat diintimidasi anggota DPRD TTU hingga memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kasus ini sedang diselidiki polisi. Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan melakukan proses investigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warta BerkahIndonesia.com
merangkum sejumlah fakta dan dugaan sementara seputar kematian Icha.
Diduga diintimidasi saat bertugas
Icha diduga diintimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Saat itu, Icha tengah menangani pasien seorang anak korban gigitan ular hijau.
Dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi IGD. Mereka lantas disebut berbicara dengan nada keras kepada Icha. Diduga, salah satu pelaku intimidasi itu adalah paman dari korban gigitan ular.
“Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” ungkap paman korban, Victor Manbait, Jumat (26/6).
Dugaan intimidasi yang dialami Icha itu membuat yang bersangkutan terguncang hingga menangis di rumah sakit. Tak lama kemudian, Icha ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan akhirnya meninggal dunia.
Di bawah pengaruh alkohol
Juru bicara keluarga, Fabianus Banase mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi, kedua anggota dewan itu disebut berbau alkohol saat mendatangi IGD.
Selain itu, kata Fabianus, keluarga juga mendapat dokumentasi berupa foto yang diambil saat kejadian berlangsung.
“Saat membentak (Icha) itu bau alkohol. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga,” kata dia.
3 anggota DPRD TTU diperiksa
Polres TTU pun langsung melakukan penyelidikan terkait dugaan intimidasi yang dialami Icha. Meskipun, pihak keluarga belum membuat laporan resmi ke polisi.
Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote mengatakan sejauh ini pihaknya telah memeriksa rekan-rekan dr Icha yang berada di IGD RS Leona saat dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU.
Selanjutnya, polisi juga berencana memeriksa tiga anggota dewan tersebut. Ketiga anggota dewan itu adalah Veronika Lake, Norbertus Bani, dan Thrensius Lazakar.
“Kami dari Polres belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan berita viral yang sudah tersebar di media sosial, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian,” ujar Eliana.
Kemenkes investigasi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes saat ini sedang dalam proses menangani kasus ini.
“Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan,” kata Aji di Jakarta, Minggu (28/6).
Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan pihak rumah sakit guna memastikan perlindungan hukum serta dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan.
Di sisi lain, Kemenkes mengutuk segala bentuk intimidasi, perundungan maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan mana pun di Indonesia.
Kata Aji, tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan, karena dapat mengganggu pelayanan kesehatan dan berdampak serius terhadap kondisi psikologis tenaga medis.
Kemenkes pun mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati proses investigasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Pengabdian dr Icha dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia,” kata Aji.
PKB dan Golkar turun tangan
Kader PKB sekaligus Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh menyatakan partainya dalam waktu dekat akan memanggil Norbetus Tubani untuk meminta klarifikasi terkait dugaan intimidasi yang menimpa Icha.
“Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayun,” ujar Nihayatul dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, apabila dugaan tersebut terbukti, PKB akan memberikan sanksi terhadap Norbetus Tubani. Terlebih, lanjutnya, intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak hanya mencederai etika sebagai pejabat publik, tetapi juga melanggar disiplin partai.
Dia menekankan PKB tidak memberikan ruang bagi tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut.
Senada, petinggi Partai Golkar Sarmuji mengatakan anggota DPRD Golkar Therensius akan dipanggil oleh DPD Provinsi partai.
“Pesan kami ke semua pejabat publik khususnya yang dari Golkar ‘ojo dumeh’. Jangan mentang-mentang punya jabatan berperilaku yang tidak pantas termasuk mengintimidasi orang yang posisinya di bawah,” ujar Sarmuji dikutip detikcom, Minggu.
Sarmuji menegaskan pihaknya akan menertibkan anggota jika ditemukan pelanggaran.
“Terhadap anggota DPRD yang berperilaku buruk kami minta DPD Provinsi untuk panggil dan menertibkan. Untuk kasus ini akan kami minta DPD Provinsi mendalami,” ujarnya.
(dis/wis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Jaecoo Bidik 80 Dealer hingga Akhir 2026
Baca lagi: BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur
Baca lagi: Mensesneg Soal Pabrik Komponen Otomotif Pindah ke Vietnam: Ditunda