
Bandung, Warta Berkah Indonesia
—
Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar)
tengah menjadi sorotan, karena dugaan aksi kejahatan jalanan terjadi berulang kali.
Beberapa unggahan di media sosial beberapa waktu terakhir menyebutkan saat ini Bandung darurat begal.
Bahkan sampai ada peta yang menunjukkan titik-titik wilayah yang rawan begal. Peta yang beredar di media sosial itu membagi sejumlah wilayah di Bandung ke dalam empat kategori tingkat kerawanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi membantah narasi yang di bangun di sejumlah media sosial, termasuk soal peta kerawanan.
“Untuk peta yang tersebar, yang membagi wilayah Kota Bandung ini menjadi kategorinya merah, kemudian kuning ataupun hijau, yang pertama saya katakan itu bukan dari institusi kepolisian. Kemudian yang kedua, saya akan sepenuhnya menjaga Kota Bandung ini, menjaga Kota Bandung setiap jengkal wilayah Kota Bandung ini, dengan menghadirkan Polri,” kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (21/7).
“Ya saya ulangi, dengan menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman itu sendiri,” imbuhnya.
Dedi pun mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kejahatan jalanan yang viral di media sosial. Ia memastikan pihak kepolisian telah mengantisipasi hal tersebut dengan patroli rutin di jam-jam rawan.
19 tersangka kejahatan jalanan
Dedi tak menampik bahwa kejadian begal memang terjadi di Kota Bandung. Namun menurut Dedi, ada kejadian lakalantas dan pembunuhan yang juga dinarasikan sebagai kejadian begal di Kota Bandung oleh oknum masyarakat.
Pada hari tersebut, Mapolrestabes Bandung merilis 19 tersangka terkait kejahatan jalanan yang telah diamankan kepolisian. Mereka yang terjerat total 15 kasus kejahatan jalanan itu ditangkap selama Juli 2026 ini.
“Adapun 15 kejahatan jalanan yang sangat meresahkan Kota Bandung, yang pertama 8 kasus pencurian kendaraan bermotor. Kemudian selanjutnya 6 kasus pencurian dengan kekerasan, dan dari ke-15 kasus tersebut, kita telah berhasil mengamankan 19 orang pelaku dengan berbagai jenis senjata tajam yang bisa rekan-rekan lihat, kemudian 11 unit kendaraan bermotor,” katanya.
Dedi mengatakan, tidak seluruh kejadian yang di ekpose di media sosial merupakan murni aksi kejahatan jalanan. Beberapa diantaranya merupakan kabar hoax yang telah diverifikasi saat dilakukan pengecekan penyelidikan.
“Masyarakat melaporkan tentang kejahatan jalanan, tidak semua, tidak semuanya ataupun tidak seperti apa yang diberikan oleh masyarakat itu mengandung nilai kebenaran. Contohnya, beberapa saat yang lalu ada kecelakaan, ada kecelakaan laka tunggal, ya, laka tunggal di mana anak usia remaja mengalami laka tunggal kemudian motornya rusak dan tentunya ada luka-luka, luka-luka ringan, tapi enggan pulang ke rumah dan mengaku dibegal,”katanya.
Dedi mengatakan saat ini kondisi Kota Bandung, dalam kondisi yang aman dan kondusif. Masayrakat dipersilahkan untuk beraktivitas seperti biasanya.
“Kami imbau kepada masyarakat Kota Bandung tidak perlu resah, tidak perlu lagi merasa-rasa cemas, khususnya untuk warga Bandung itu sendiri maupun warga yang akan berlibur ke Kota Bandung,” katanya.
(csr/kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Herdman Bisa Tiru Spanyol Jika Main Tanpa Striker Murni
Baca lagi: Indonesia Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Kuliner Dunia 2026
Baca lagi: Menteri PU Bakal Temui Mensesneg Bahas Gaya Komunikasi