
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Menteri dalam Negeri (Mendagri)
Tito Karnavian
membantah kabar dua desa di Kabupaten
Nunukan
, Kalimatan Utara diklaim telah masuk wilayah Malaysia.
Tito menjelaskan bahwa istilah yang benar adalah tanah dari desa tersebut masuk Malaysia, bukan status desanya.
“Jadi isu kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia, bukan seperti itu. Yang ada adalah ada bagian tanah dari desa itu yang masuk Malaysia,” kata Tito dalam rapat kerja di Komisi II DPR, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, dia menyebut wilayah Malaysia yang masuk Indonesia juga jauh lebih banyak. Sehingga, urusan perbatasan antara kedua negara, Indonesia masih tetap diuntungkan.
“Tapi yang masuk Indonesia dari Malaysia masuk Indonesia juga jauh lebih banyak. Jadi kita sebetulnya diuntungkan,” katanya.
Dia memaparkan total ada 127 hektare luas wilayah di dua desa tersebut yang masuk Malaysia. Dalam beberapa kasus, ada rumah di desa tersebut yang masuk wilayah Negeri Jiran.
Namun, di luar luas tersebut, Indonesia justru mendapat tambahan wilayah dari Malaysia seluas 5.700 hektare.
“Tapi kita dapat kompensasi 5.700 hektar masuk sisi Indonesia, ini mohon kami klarifikasi dalam forum ini, karena jadi isu di publik seolah-olah kita kehilangan dua desa,” katanya.
(thr/isn)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Akihiro Miwa, Pengisi Suara Ikonis Film-film Ghibli Meninggal Dunia
Baca lagi: Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah
Baca lagi: Nijiro Murakami Buka Suara soal Dugaan Aniaya Mantan Pacar



