
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Wakil Ketua Komisi I DPR RI
Dave Laksono
meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas penyimpanan amunisi setelah insiden ledakan
Gudang Amunisi
di Madiun, Jawa Timur, yang menewaskan satu prajurit dan melukai enam prajurit lainnya.
Dave menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu menjadi pengingat keselamatan prajurit dan masyarakat harus senantiasa ditempatkan sebagai prioritas utama dalam sistem pertahanan negara.
“Insiden ini menegaskan pentingnya peningkatan tata kelola serta standar keselamatan penyimpanan amunisi. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas TNI merupakan langkah krusial, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya konstruktif agar sistem yang ada benar-benar aman dan sesuai dengan kebutuhan operasional,” kata Dave saat dihubungi, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan itu, menurutnya, modernisasi fasilitas penyimpanan amunisi menjadi kebutuhan mendesak.
Ia mengatakan penerapan teknologi keselamatan mutakhir serta perbaikan infrastruktur diharapkan mampu menghadirkan sistem penyimpanan yang lebih terjamin, efisien, dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa melalui kerja sama erat antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan lembaga terkait, bangsa Indonesia dapat membangun sistem pengelolaan amunisi yang lebih modern dan terpercaya,” katanya.
Dave mengatakan Komisi I akan mengawal proses evaluasi tersebut agar setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada keselamatan prajurit, masyarakat, dan kepentingan nasional.
“Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, kami yakin peristiwa ini akan menjadi momentum untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara,” katanya.
Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7).
TNI AD belum mengungkap kronologi detail peristiwa itu, namun Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono mengatakan berdasar laporan awal yang diterima, insiden terjadi saat personel TNI AD melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.
“Melaksanakan harwat, pemeliharaan dan perawatan yang memang sudah melalui prosedur-prosedur yang sudah dijalankan dan prosedur-prosedur itu sudah melalui protap-protap mulai dari briefing awal sampai pelaksanaan,” kata Donny dalam konferensi pers.
Dalam insiden tersebut, satu orang personel TNI dinyatakan meninggal dunia, kemudian empat orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan.
“Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang,” ujar Donny.
(yoa/isn)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: FOTO: Gelombang Panas Ancam Produksi Keju Parmesan Terbesar di Italia
Baca lagi: Houthi Yaman Ancam Bombardir Fasilitas Minyak Arab Saudi
Baca lagi: FOTO: Polri Serahkan Don Ritto dan Barang Bukti Korupsi ke Kejagung



