
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan menggelar Open House bagi orang tua dan calon siswa pada Jumat (3/7), yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Saat itu, Pramono menyatakan kesiapan penuh mendukung perkembangan Sekolah Rakyat.
Hal itu disampaikan Pramono merespons penjelasan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Mensos Gus Ipul) bahwa Jakarta membutuhkan percepatan penambahan kapasitas Sekolah Rakyat agar dapat menampung 1.000 siswa. Percepatan itu diperlukan karena hingga saat ini, Jakarta hanya memiliki satu Sekolah Rakyat permanen.
“Saya tentu juga menyambut baik karena Pak Gubernur ingin menyambut harapan Presiden agar khusus DKI Jakarta ada tambahan sekolah rintisan yang bisa menampung tidak kurang dari seribu siswa Sekolah Rakyat di Jakarta,” kata Gus Ipul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan 10 titik sekolah rintisan untuk menampung 1.000 siswa, dengan delapan di antaranya tengah dalam proses renovasi. Salah satunya terletak di gedung milik LAN Pejompongan, di Marunda, dan di Curug.
“Kami akan secara mendalam menyiapkan lokasi yang mungkin bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat dengan seribu siswa,” ujar Pramono.
Kedatangan Gubernur DKI yang tiba pukul 16.30 WIB, disambut berbagai penampilan dari siswa-siswi Sekolah Rakyat, mulai yel yel dan baris variasi, Tari Gadis Bersolek Betawi, karate, pidato 3 bahasa (Mandarin, Arab, Inggris), hingga paduan suara serta puisi.
Melihat sambutan itu, Pramono mengaku terharu. Ia kemudian mengungkapkan masa kecilnya di Kediri, dengan orang tua berprofesi sebagai guru yang memiliki delapan anak termasuk Pramono. Untuk dapat bersekolah, keluarga itu pun mengandalkan bantuan beasiswa dari pemerintah.
“Kalau bukan karena bantuan pemerintah melalui biasiswa, gak bakal bisa. Jadi itulah saya dari tadi mendengarkan apa yang disampaikan Pak Mensos, dan menikmati apa yang disampaikan oleh anak-anak,” katanya.
Ia juga menyatakan kekagumannya melihat penampilan para siswa.
“Apa yang ditampilkan anak-anak kita tadi luar biasa itu menjadi inspirasi. Menjadi inspirasi ke depan agar mereka semua betul-betul menjadi anak-anak yang tangguh,” ujar Pramono.
Pramono menilai, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga tidak mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
“Mudah-mudahan ini menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian,” tambahnya.
Pramono menambahkan, Sekolah Rakyat ini sejalan dengan apa yang menjadi program utama prioritas DKI Jakarta seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, dan pemutihan penebusan ijazah. Di SRMA 10 Jakarta Selatan sendiri, terdapat 90 siswa yang tercatat sebagai penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Wajah-wajah anak-anak kita di sini sekarang, wajah-wajah yang penuh harapan. Wajah-wajah yang tidak kehilangan semangat untuk menatap masa depan,” pungkas Pramono.
(rea/rir)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Menko Imin Singgung Akademisi Tak Kritis Lagi Saat Jadi Birokrat
Baca lagi: Makin Aman, Begini Cara Bikin Username Key WhatsApp
Baca lagi: Prabowo Beri Purbaya Waktu hingga September untuk Benahi Bea Cukai



