Istana Pastikan Latihan Militer Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

Jakarta, Warta Berkah Indonesia

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyatakan latihan dasar militer (

latsarmil

) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan

Merah Putih

dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap berjalan.

Ia menyampaikan itu di tengah meninggalnya lima peserta saat menjalani proses latsarmil. Kelimanya meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda, mulai dari terkena heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung.

“Secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus. Tetapi masukkan dari berbagai pihak tentu diperhatikan,” kata Juri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juri menyebut bahwa pemerintah senantiasa mengevaluasi secara berkala ihwal hal ini agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah terbuka atas segala masukan yang disampaikan oleh masyarakat.

Latsarmil belakangan menuai sorotan buntut lima peserta meninggal dunia saat menjalani proses latsarmil di satuan pendidikan TNI. Kelima peserta meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda, mulai dari terkena heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung.

Kementerian Pertahanan juga telah buka suara atas kasus ini. Kepala BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyebut latsarmil digelar untuk menanamkan jiwa dispilin tinggi dan tangguh bekerja di bawah tekanan.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Ketut di kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6) kemarin.

Ketut menyebut para calon manajer KDKMP dan KNMP wajib memiliki keterampilan itu karenanya nanti mereka akan mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.

Selain itu, ihwal banyaknya kegiatan fisik dan pelatihan semi-militer dalam latsarmil, Ketut menyebut hal itu dilakukan bukan untuk menjadikan pengelola koperasi menjadi prajurit.

Terkait peserta yang meninggal karena kegiatan latsarmil, dia mengaku akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kemhan memastikan akan melakukan langkah pencegahan untuk memastikan materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.

[Gambas:Youtube]

(mnf/isn)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Kasus Dugaan Aniaya Eks ART Erin Naik Penyidikan

Baca lagi: Garam Mana yang Paling Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Baca lagi: Gen Z: Pakai Narkoba Enggak Keren, Malah Cupu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: