
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Presiden ke-7 RI
Joko Widodo
(Jokowi) berkunjung ke rumah duka anggota DPR RI Fraksi NasDem
Rachmat Gobel
di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).
Jokowi mengenang almarhum Rachmat Gobel sebagai sosok yang baik dan pekerja keras semasa menjabat Menteri Perdagangan.
“Pak Rachmat Gobel adalah pribadi yang baik, menteri yang kerja keras saya rasa itu,” kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya kapan terakhir kali berkomunikasi dengan mantan Menteri Perdagangan tersebut, Jokowi tidak menjawab dan hanya mengucapkan terima kasih kepada awak media.
Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 03.20 WIB. Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Rachmat merupakan pengusaha sekaligus mantan Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi periode 2014-2015. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 dari Partai NasDem.
Selain dikenal memimpin Gobel Group, Rachmat berperan dalam pengembangan industri elektronika nasional melalui kemitraan dengan Panasonic. Semasa menjadi Menteri
Perdagangan, ia dikenal mendorong perlindungan pasar domestik, pemberantasan impor ilegal, serta penguatan standardisasi produk dalam negeri.
Jenazah Rachmat disemayamkan di rumah duka di wilayah Tebet, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
(lau/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Kemenkeu Taksir PFII Bisa Tarik Investasi Asing Rp500 T Masuk RI
Baca lagi: Jack Antonoff dan Margaret Qualley Pisah Jelang 3 Tahun Menikah
Baca lagi: Rupiah Merangkak ke Level Rp18.076 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan


2 Responses
Sebuah ulasan yang memiliki nilai utilitas tinggi sebagai instrumen navigasi krisis bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) https://crookedtimber.org/page/762/?p=nfvavxno
Penulis memiliki kapabilitas retorika yang sangat elegan, mampu menyuarakan gagasan kritis tanpa menanggalkan etika ilmiah. https://crookedtimber.org/page/762/?p=mbswdvps