
Tangerang, Warta Berkah Indonesia
—
Kebakaran
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari kesembilan pada Rabu (8/7). Hingga kini, sekitar 30 persen titik api masih tersisa dari total 15 hektare area yang sebelumnya terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, 30 persen sisa titik api saat ini berada di sektor barat TPA Jatiwaringin.
“Saat ini kurang lebih tinggal 30 persen lagi atau sekitar antara 4 hektare lagi yang masih ada titik api,” ujar Taufik di lokasi, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, operasi pemadaman masih terus dilakukan oleh ratusan personel gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Kabupaten Tangerang, serta tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
Taufik menjelaskan, penanganan dilakukan melalui jalur darat dan udara. Petugas pemadam kebakaran bersama Manggala Agni menangani titik api dari darat, sementara tiga helikopter water bombing milik BNPB terus melakukan penyiraman di area yang sulit dijangkau.
“Skema pemadamannya metodenya hampir sama, hanya saja fokus pemadamannya sudah bergeser ke wilayah barat,” kata Taufik.
Ia menjelaskan, karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin menyerupai kebakaran lahan gambut karena sumber api berada di bawah permukaan timbunan sampah. Tumpukan sampah yang telah menggunung selama bertahun-tahun menghasilkan gas metana yang mudah terbakar saat suhu udara meningkat.
“Di bagian dalamnya itu mengandung gas metana. Kalau cuaca panas, api bisa muncul sendiri,” jelasnya.
Karena itu, alat berat terus dikerahkan untuk membongkar timbunan sampah agar titik api yang tersembunyi di bawah permukaan dapat dijangkau dan dipadamkan secara menyeluruh.
Di sisi lain, Taufik menyebut, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah sebaran asap berkurang. Saat ini, tersisa sekitar 20 warga yang masih bertahan di posko pengungsian.
“Sekarang berdasarkan data terbaru hanya ada sekitar 20 orang yang masih mengungsi karena asapnya sudah mengarah ke lokasi lain,” ungkap Taufik.
Meski demikian, kata Taufik, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kobaran api akibat gas metana. Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga masih disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak asap.
“Sebaran asapnya itu tergantung angin, ya. Apabila angin mengarah ke pemukiman, maka warga masyarakat yang terdampak itu dilakukan evakuasi. Nah, masyarakat yang dievakuasi dan tidak dievakuasi tetap dilayani oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,” tuturnya.
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6). Hingga hari kesembilan, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
(dod/isn)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: TNI Bantah Narasi Kopdes Merah Putih di Lampung Berada di Bukit
Baca lagi: Daftar 5 Kota yang Paling Rawan Copet dan Penipuan Wisatawan
Baca lagi: Jadwal Manggung Parade Hujan di Jakarta Fair 2026 Malam Ini



