Polda NTT Sudah Periksa 36 Saksi Kasus Dokter Icha

Kupang, Warta Berkah Indonesia

Empat orang terduga yang terdiri dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga melalukan intimidasi terhadap Dokter Eliza Princila Pakaenoni atau Dokter Icha Selasa (14/7) menjalani pemeriksaan di

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT)

,

Selasa (14/7).

Empat terduga yang dilaporkan keluarga almarhum dr Icha itu adalah tiga anggota DPRD TTU yakni Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP), dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan yang bertugas di Dinas Peternakan TTU bernama Maria Mathildis Sau.

Selain itu, Polda NTT sejauh ini total telah melakukan pemeriksaan terhadap 36 orang saksi dalam kasus dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sampai dengan hari ini, Selasa (14/7) sudah ada 36 orang saksi yang dimintai keterangan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTT, Kombes Pol. Sigit Haryono saat dikonfirmasi Selasa kemarin.

Dia menyebut sebelumnya ada 32 saksi yang diperiksa. Dari 32 saksi tersebut 27 orang diperiksa di Kefamenanu dan lima orang anggota keluarga dokter Icha dimintai keterangan di Polda NTT.

Kemudian pada tambahan empat saksi terlapor yang memenuhi.panggilan penyidik. Sehingga sudah ada 36 orang yang dimintai keterangan dalam proses penyelidikan yang saat ini dilakukan tim

joint investigation

yang dibentuk Kapolda NTT, Rudi Darmoko.

Keterangan ahli

Diterangkannya tim investigasi juga akan melakukan keterangan hali, termasuk dari pakar bisa ular, Dokter Tri Maharani. Dia adalah dokter spesialis kedaruratan medis dan satu-satunya pakar toksinologi klinis (spesialis bisa ular) di Indonesia.

“Masih ada saksi yang akan dimintai keterangan yakni ahli bisa ular yang sempat dihubungi almarhumah dokter Icha untuk berkonsultasi tentang pasien yang tergigit ular,” kata Sigit kepada

Warta BerkahIndonesia.com

.

“Kita akan komunikasi dulu dengan Dokter Tri Maharani jika bisa ke Kupang untuk diperiksa, tapi jika harus diperiksa di Jakarta maka penyidik akan datangi untuk meminta keterangan,” sambungnya.

Menurut Sigit, keterkaitan permintaan dokter ahli bisa ular dengan kasus dugaan intimidasi tersebut untuk memastikan komunikasi dan konsultasi yang dilakukan dokter Icha saat mengambil tindakan untuk menangani seorang pasien terkena gigitan ular.

“Kan ada komunikasi dari dokter Icha dengan ahli bisa ular, jadi harus juga dimintai keterangannya,” jelas Sigit.

Sigit menerangkan setelah merampungkan pemeriksaan terhadap seluruh saksi maka penyidik segera melakukan pemeriksaan terhadap para ahli. para ahli dimaksud adalah ahli psikologi, ahli victimologi kriminologi, dan ahli hukum pidana.

Nantinya dari pemeriksaan para ahli baru bisa ditentukan ada atau tidaknya sebuah peristiwa pidana yang ditentukan melalui gelar perkara sehingga kasus tersebut bisa terang benderang.

Dia berharap dalam waktu dekat sudah dapat menentukan proses selanjutnya. Sehingga dari pengumpulan keterangan baik saksi maupun ahli dan disertai dengan bukti-bukti yang dikumpulkan nantinya kasus tersebut bisa terang benderang.

Sebelumnya diberitakan dr. Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.

Dokter Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) pada 13 Juni 2026 lalu saat menangani pasien yang terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga anggota DPRD TTU yakni Therezius Lazakar, Robert Tubani, dan Veronika Lake.

Korban gigitan ular tersebut yang nyawa berhasil diselamatkan disebut masih berkeluarga dengan salah satu anggota DPRD yakni Therezius Lazakar yang ikut melakukan intimidasi dr. Icha.

Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.

Kasus dugaan intimidasi tersebut kemudian dilaporkan pihak keluarga ke Polda NTT pada 3 Juli 2026. Dalam laporan tersebut keluarga juga melaporkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan yang bertugas di Dinas Peternakan TTU bermama Maria Mathildis Sau.

(eli/kid)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Tayang Oktober, Prekuel Friday the 13th Rilis Teaser Perdana

Baca lagi: FOTO: Tsunami Durian di Malaysia, Musang King Dijual Harga Miring

Baca lagi: FOTO: Amukan Topan Bavi Bergerak Memasuki Daratan China

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: