Sayembara Rp20 Juta untuk Erlan, Penyidik ‘Hellboy’ Pakai Dana Pribadi

Surabaya, Warta Berkah Indonesia

Kepala Tim (Katim) Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Aipda Sigit Dwi Susanto buka suara soal sayembara Rp20 juta yang belakangan viral di media sosial untuk memburu Erlan alias E, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51).

Sigit yang akrab disapa Hellboy ini menegaskan, sayembara tersebut sama sekali bukan berasal dari anggaran dinas maupun institusi Polda Jatim, melainkan murni dana pribadi miliknya bersama sejumlah pihak yang secara sukarela ikut menyumbang.

“Dari awal kami sampaikan dana pribadi, Mas,” kata Sigit saat dikonfirmasi

Warta BerkahIndonesia.com

, Kamis (9/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut hal itu memang sudah disampaikan sejak awal melalui unggahan video di TikTok @hellboyjatanraspolda. Di konten itu dia menegaskan dana tersebut bersumber dari kantong pribadi, bukan dari institusi.

“Kan itu sudah saya jelaskan dari awal di TikTok juga ada rekaman layar kan dana pribadi dari kami. Kami itu kan bukan saya saja. Ya banyak yang nguruni (patungan) lah ngasih sumbangsih biar terungkap,” ucapnya.

Sigit menjelaskan, ide awal sayembara itu justru datang dari seorang tokoh yang enggan disebutkan namanya. Orang tersebut menghubunginya usai melihat rekam jejak tim penyidik menuntaskan sejumlah kasus pembunuhan lain di Lumajang dan Sidoarjo.

“Karena lihat kami habis ngungkap pembunuhan yang Lumajang, terus kami lagi menangani pembunuhan yang Sidoarjo, akhirnya telepon. ‘Mas Bro, ono butuh dana tak siapno.’ Bilang gitu. Ceritanya awal itu begitu,” ujarnya.

Terkait nominal, Sigit mengonfirmasi bahwa dana yang disepakati untuk disampaikan ke publik adalah Rp20 juta, meski ia mengaku dukungan dari warganet lain terus berdatangan sehingga jumlah tersebut berpotensi bertambah.

“Ya, pokoknya terungkap ya nanti pastinya banyak yang mau bantu, Mas. Sementara ini Rp20 juta dulu,” ucapnya.

Sementara soal alasan sayembara itu dibuka, karena pihaknya ingin agar pergerakan Erlan semakin sempit. Pasalnya pelaku disebut kerap berpindah-pindah lokasi usai video dan informasi soal dirinya viral di berbagai platform media.

“Karena kan sudah terlanjur viral banyak media yang ngungkap video terduga pelaku, Mas. Jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif Mas, inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak,” ucapnya.

“Jadi biar semua netizen peduli akhirnya pelaku nanti kalau lari ke ke mana pun kan akhirnya dia nginfokan ke kita gitu, Mas,” imbuhnya.

Sigit menyebut, sejak sayembara itu dibuka, sejumlah warganet dan masyarakat mulai memberikan informasi kepada pihaknya. Penyidik pun saat ini sedang mendalaminya.

“Alhamdulillah banyak informasi yang kami dapat dari netizen dan ini mulai kami dalami informasi-informasi tersebut. Semoga ada yang bisa menuntun kami menangkap pelaku,” pungkasnya.

Sekdin Bangkalan RYS (51) ditemukan tak bernyawa secara misterius di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6).

Dugaan pembunuhan itu menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan luar menunjukkan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.

Selain itu, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam turut memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama terduga pelaku yang disebutnya dengan inisial E. Hal itu diketahui pihaknya melalui unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku.

Sosok E, kata Risang juga diyakini sebagai pria misterius yang terakhir kali bersama korban. Hal itu sebagaimana terekam dalam kamera CCTV di area Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Keduanya diketahui bepergian bersama ke daerah Malang dan Batu beberapa hari sebelum mayat RYS ditemukan dalam keadaan kaku di dalam mobil dinasnya di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (24/6) lalu.

Risang mengungkapkan, jejak keberadaan terduga pelaku sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah, meski hingga kini yang bersangkutan diduga terus berpindah-pindah lokasi dan tidak menetap di alamat resminya di kawasan Malang.

“Iya, sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya kan tidak ada itu di alamat rumahnya. Namanya Erlan,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran pihaknya, Risang menyebutkan sejumlah informasi terkait soal terduga pelaku. E disebut merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Lembaga itu sendiri telah dibubarkan pada 2004.

Meski alamat tersebut telah teridentifikasi, Risang menegaskan E diketahui kerap berpindah domisili antara wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Nah, dia itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu,” katanya.

Risang menambahkan, E juga diduga memiliki rekam jejak keterlibatan dalam tindak penipuan dengan berbagai modus, mulai dari penipuan properti, proyek, hingga jual-beli.

“Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya

love scam

itu,” ucapnya.

Terkait asal-usul perkenalan antara korban dan terduga pelaku, Risang menduga, hal itu bisa saja berkedok pencarian proyek. Namun, ia menekankan penangkapan terhadap terduga pelaku menjadi kunci untuk mengungkap kronologi awal hubungan keduanya.

“Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E,” katanya.

(frd/gil)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Zaman Berubah, Ini Cara Kris Dayanti Dukung Karier Bernyanyi Amora

Baca lagi: Jadi Penghulu, Adam Sandler Pesan Ini ke Taylor Swift dan Travis Kelce

Baca lagi: OJK Wanti-wanti PFII Tak Senggol Dana Nasabah Domestik

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: