Sepekan Berlalu, Petugas Kesulitan Jangkau Titik Api TPA Jatiwaringin

Tangerang, Warta Berkah Indonesia

Kebakaran

di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga hari ketujuh upaya penanggulangan, Senin (6/7).

Hari ini petugas gabungan masih menghadapi kendala akibat embusan angin kencang dan titik api yang masih sulit dijangkau.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, embusan angin yang cukup kencang membuat bara api kembali menyala di sejumlah titik. Kondisi tersebut diperparah gas metana yang masih tersimpan di bawah timbunan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Memang angin sekarang ini mengarah ke arah barat. Di wilayah barat ini memang ada beberapa titik api karena anginnya cukup kencang terus juga gas metannya di bawah itu muncul sehingga timbul asap di sana,” ujar Maesyal, Senin petang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengungkapkan, medan di lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Dia bilang struktur timbunan sampah yang tidak stabil dan menggunung membuat personel pemadam kesulitan mendekati titik api.

“Kendalanya memang di sampah-sampah yang di dalam itu kan mudah terjeblos. Kalau kaki masuk ini kan di situ areanya ada yang bisa bolong mungkin dalamnya ya, jadi berbahaya untuk petugas ketika melewati itu,” kata Ujat.

Saat berita ini ditulis, hingga malam menjelang area yang masih terbakar diperkirakan tinggal sekitar 3,6 persen dari total sekitar 18 hektare yang sebelumnya dilalap api. Meski demikian, proses pendinginan tetap dilakukan karena suhu di bawah permukaan timbunan sampah masih tinggi.

“Tetapi memang walaupun yang lainnya itu sudah tidak kelihatan api, tetapi dilihat dari

drone itu kan masih panas gitu kan. Jadi itu berpotensi lagi bisa keluar api, makanya pemadaman tetap dilakukan,” jelasnya.

Hingga Senin malam, api masih belum dapat dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran bersama personel Manggala Agni masih melakukan operasi pemadaman melalui jalur darat dengan metode inject untuk mengalirkan air ke titik api di bawah permukaan sampah dan menggunakan racun api yang dicampur air guna mengikat oksigen yang menjadi bahan bakar api.

Dari udara, tiga unit helikopter water bombing terus melakukan penyiraman di area yang masih terbakar sejak siang hingga sore.

(dod/kid)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Komdigi Targetkan RI Punya Kecepatan Internet 100 Mbps 2 Tahun Lagi

Baca lagi: KPop Demon Hunters Gelar Acara Sing-Along di Jakarta 11 Juli

Baca lagi: Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: