
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Bagi banyak anak muda, melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana masih sering dianggap sebagai rencana yang harus ditunda. Bukan karena tidak ingin kuliah, melainkan karena biaya pendidikan kerap dipersepsikan mahal dan sulit dijangkau di tengah berbagai kebutuhan hidup yang terus berjalan.
Di saat yang sama, banyak pekerja muda juga menghadapi tantangan lain. Mereka ingin meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang karier, tetapi terkendala waktu karena harus bekerja atau membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang memilih bertahan dengan situasi yang ada. Padahal, pendidikan tinggi masih menjadi salah satu jalur yang dapat membuka peluang karier lebih luas dan meningkatkan daya saing di dunia kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah anggapan bahwa kuliah membutuhkan biaya besar, muncul klaim yang cukup menarik perhatian. Universitas Terbuka (UT) menyebut biaya kuliah program diploma dan sarjana mulai dari sekitar Rp1,3 juta per semester atau setara sekitar Rp7.000 per hari jika dihitung secara sederhana.
Sekilas angka itu terdengar sulit dipercaya. Namun, jika dikonversi ke biaya harian selama satu semester, nominal tersebut memang berada di kisaran tersebut.
“Biaya kuliah mulai dari Rp1,3 juta pada program diploma/sarjana,” bunyi keterangan tertulis, Selasa (23/6).
Bagi sebagian orang, angka Rp7.000 per hari mungkin lebih mudah dibayangkan dibandingkan biaya kuliah yang dibayarkan sekaligus dalam satu semester. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak selalu identik dengan biaya yang terasa berat sejak awal.
Meski demikian, biaya bukan satu-satunya pertimbangan ketika memilih perguruan tinggi. Fleksibilitas waktu belajar juga menjadi faktor penting, terutama bagi mereka yang sudah bekerja atau memiliki tanggung jawab lain di luar pendidikan.
Di sinilah model pembelajaran yang diterapkan Universitas Terbuka menjadi relevan. Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan tanpa harus hadir setiap hari di kampus.
Sistem tersebut dirancang agar peserta didik dapat belajar secara mandiri dengan dukungan layanan akademik yang terstruktur dan terbimbing. Dengan pola ini, mahasiswa memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan jadwal belajar dengan aktivitas sehari-hari.
Bagi pekerja, pelaku usaha, maupun mereka yang tinggal jauh dari pusat pendidikan, fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa UT banyak dipilih sebagai alternatif melanjutkan studi.
Selain biaya dan fleksibilitas, kualitas pendidikan juga menjadi perhatian. Tidak sedikit masyarakat yang masih mengaitkan biaya kuliah yang lebih terjangkau dengan kualitas yang dianggap lebih rendah.
Universitas Terbuka menegaskan bahwa biaya yang relatif terjangkau tidak mengurangi standar mutu pendidikan yang diterapkan. Sebagai perguruan tinggi negeri, UT telah memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
UT juga memiliki sejumlah pengakuan internasional, termasuk dari Asian Association of Open Universities Institutional Accreditation dan International Council for Open and Distance Education untuk penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh.
“Murah tidak pernah sama dengan murahan,” demikian pesan yang disampaikan dalam keterangan tersebut.
Bagi banyak orang, tantangan terbesar sebenarnya bukan hanya soal biaya kuliah. Ada pula kekhawatiran tentang kemampuan membagi waktu, tuntutan pekerjaan, hingga kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Karena itu, kehadiran pilihan pendidikan yang lebih fleksibel menjadi penting. Pendidikan tinggi tidak lagi harus dipandang sebagai sesuatu yang hanya dapat dijalani oleh mereka yang memiliki banyak waktu atau sumber daya finansial besar.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang sulit dihindari. Gelar pendidikan memang bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan karier, tetapi tetap menjadi salah satu modal penting untuk membuka peluang yang lebih luas.
Bagi mereka yang selama ini menganggap kuliah terlalu mahal atau sulit dijalani sambil bekerja, fakta mengenai biaya pendidikan yang lebih terjangkau dan sistem belajar yang fleksibel dapat menjadi informasi yang patut dipertimbangkan.
Dengan biaya kuliah yang disebut mulai dari sekitar Rp1,3 juta per semester, atau setara kurang lebih Rp7.000 per hari, jalan menuju gelar sarjana ternyata bisa lebih dekat dari yang selama ini dibayangkan.
Informasi tambahan terkait program studi hingga alur pendaftaran dapat diakses di website resmi Universitas Terbuka. Masyarakat juga bisa mengikuti akun Instagram @univterbuka untuk mendapatkan perkembangan informasi terkini.
(rir)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Flu Burung H5 Tembus Australia, Kini Semua Benua Resmi Terinfeksi
Baca lagi: Menkes Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan di Bandung



One Response
Terima kasih atas informasi yang dibagikan. Sebagai tambahan referensi, tersedia Link bantuan jo777.