Murid Baru SMP di Parepare Cuma 7 Siswa, Minim Sumber Lulusan SD

Makassar, Warta Berkah Indonesia

Fenomena

sekolah

minim murid baru bukan hanya terjadi di tingkat sekolah dasar (SD) negeri, tetapi juga di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

Salah satunya di SMPN  13 Parepare, Sulawesi Selatan, yang pada tahun ajaran baru 2026/2027 hanya mendapatkan siswa sebanyak tujuh siswa. Sumber lulusan dari SD/MI sederajat di sekitarnya yang minim dinilai jadi faktor utama.

“Untuk saat ini tujuh. Ada tujuh ya, dua putri dan lima putra,” kata Wakil Kepsek SMP 13 Parepare, Asiah Idris kepada wartawan, Rabu (15/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asiah menerangkan bahwa jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru ini mengalami penurunan cukup drastis, jika dibandingkan jumlah siswa pada tahun ajaran sebelumnya.

“Tahun lalu kami itu punya siswa baru 22. Kalau yang tahun ini hanya sampai tujuh ya,” ungkapnya.

Menurut Asiah, salah satu faktor yang menyebabkan minimnya jumlah peserta didik baru adalah berkurangnya lulusan dari sekolah dasar yang menjadi sumber utama penerimaan siswa.

Selain itu, kata Asiah persaingan dengan sekolah lain yang lokasinya berdekatan serta banyaknya siswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren juga turut memengaruhi.

“Salah satu penyebabnya karena memang alumni dari SD sekitar sekolah kami berkurang. Di sekitar sekolah kami juga ada SMP yang sederajat dan ada juga yang memilih masuk ke pesantren,” jelasnya.

SMP Negeri 13 Parepare selama ini, kata Asiah menerima lulusan dari tiga sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di sekitar sekolah yakni MI Labuang, SD Negeri 32, dan SD Negeri 58 Parepare.

Meski jumlah siswa baru menurun, kata Asiah, pihak sekolah terus berupaya meningkatkan daya tarik sekolah melalui penguatan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran.

“Kami memperkuat kegiatan ekstrakurikuler, tidak hanya olahraga, tetapi juga drumband dan informatika. Kami juga memiliki Chromebook dan laptop bantuan yang bisa dimanfaatkan siswa sesuai minat mereka,” katanya.

Saat ini, sebut Asiah total siswa SMP Negeri 13 Parepare berjumlah 38 orang yang tersebar di tiga tingkat kelas. Masing-masing tingkat hanya memiliki satu rombongan belajar (rombel).

“Untuk sekarang total siswa ada 38 orang, tiga rombel untuk tiga tingkatan,” katanya.

Fenomena sekolah-sekolah, utamanya yang dikelola negara, mengalami minim murid terjadi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia dari mulai ujung barat hingga timur. Atas dasar itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku pihaknya turun tangan, dan akan berdiskusi dengan Kemendagri untuk pemetaan kembali persoalan layanan pendidikan dasar dan menengah tersebut.

(mir/kid)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Warta Berkah]

Baca lagi: Hasil Lelang Frekuensi: XLSmart Unggul di 700 MHz, Telkomsel 2,6 GHz

Baca lagi: Argentina Pamer Poster ‘Las Malvinas’ usai Tekuk Inggris, Apa Artinya?

Baca lagi: Iran Serang Siber Ponsel Tentara AS di Timteng, Trump Makin Kelabakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: